SEJARAH PETANI AWAL

SEJARAH PETANI AWAL, Berkembangnya pertanian membuat kehidupan manusia banyak berubah. Dengan perlahan, manusia menemukan cara menjinakkan hewan dan mulai bercocok tanam.
Para petani pertama muncul sekitar 10.000 tahun silam di kawasan Bulan Sabit yang subur di Timur Tengah. Di sini, manusia mulai menanam gandum dan padi-padian. Mereka memelihara kambing, domba, babi, dan hewan ternak lain untuk memperoleh daging, susu, kulit, dan bulu, maupun untuk dijadikan pembawa beban. Kemajuan dalam pembuatan perkakas memungkinkan manusia dapat membersihkan lahan lebih efektif, mendirikan desa, serta mulai menetap di suatu tempat. Lalu, pertanian juga menyebar ke berbagai daerah subur di China, India Barat Laut, Iran Mesir, Eropa Selatan, dan Meksiko.

Sejarah Petani Awal
Peradaban awal di Timur Tengah muncul di kawasan Bulan Sabit yang subur, sebuah tempat yang ideal untuk pertanian, permukiman dan perdagangan, yang kemudian berkembang menjadi kota.


Sejarah Petani AwalSejarah Petani Awal

Gandum dan padi-padian yang disilangkan dengan terumputan menghasilkan tanaman baru. Hasil tanaman panen tersebut digunakan untuk membuat roti, bubur dan kue.


MEMELIHARA HEWAN

Hewan pertama yang dijinakkan mannusia untuk dipelihara adalah anjing, kemungkinan dilakukan sejak tahun 10000 SM. Anjing dipakai untuk membantu penggembalaan maupun hewan penjaga. Kuda, kambing, dan domba juga dipelihara. Para petani mempelajari cara berternak hewan untuk mengubah sifat hewan tersebut. Hewan yang dipelihara pun semakin banyak. Contohnya adalah ayam dan pheasant yang berasal dari Timur Jauh. Sementara itu , beberapa hewan, seperti auroch (kerbau purba), diburu hingga rumah.

IRIGASI

Salah satu penemuan yang paling penting adalah irigasi, yaitu sistem untuk mengairi lahan pertanian. Para petani di kawasan Bulan Sabit menggali saluran untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Dengan menggunakan tempat penampungan air dan pintu air, tanah yang berada jauh dari sungai dan China, banjir tahunan dikendalikan agar dapat menyediakan sistem irigasi. Di daerah yang memiliki iklim basah, sistem pengairan juga sangat penting. Setelah beberapa generasi, sejumlah petani mulai melakukan barter barang dengan tetangganya atau dengan para pengelana. Kegiatan ini kemudian menumbuhkan kegiatan perdagangan serta mendorong munculnya kota dan berbagai peradaban awal.

Sejarah Petani Awal
Penduduk  nomaden (Berpindah-pindah) mengikuti hewan gembalaannya ataupun pindah untuk mengikuti musim. Mereka menggunakan kemah dan alat sederhana. ketika suku-suku nomaden bertemu, mereka saling bertukar barang, mengadakan pesta maupun melakukan pernikahan.


Categories : Dunia Purba

RELATED POST

HOT UPDATES

PAGEVIEWS