SUMPAH PEMUDA

Sumpah Pemuda adalah tonggak dari hasrat Bangsa Indonesia untuk bersatu guna meraih kemerdekaan. Para pelopornya berusaha menyatukan segenap komponen bangsa tanpa memandang asal-usul suku, agama, dan status sosial.

SUMPAH PEMUDA


Penjajahan Belanda atas berbagai daerah di Nusantara yang diikat menjadi satu kesatuan wilayah administratif yang bernama Hindia Belanda ternayata memberikan pengalaman sekaligus perasaan senasib dari berbagai kelompok penduduk yang menghuni kepulauan ini. Perasaan senasib ini kemudian mendorong munculnya solidaritas sebagai satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia.

GERAKAN PEMUDA 


Pendirian Budi Utomo oleh para siswa STOVIA pada tahun 1908 diikuti oleh pembentukan berbagai organisasi oleh para pelajar dan mahasiswa lainnya. Pada mulanya, organisasi-organisasi itu masih sangat kental dipengaruhi oleh asal-usul kedaerahan dan keagamaan. Di antara organisasi-organisasi itu terdapat Jong Sumatranen Bond, Jong Batak Bond, Jong Minahasa, Jong Ambon, Jong Islamieten Bond, Perkumpulan Pemuda Kristen, dan Perhimpunan Pemuda Katolik.


Banyak di antara organisasi-organisasi pemuda ini berkembang di kota-kota besar seperti Batavia, Bandung, dan Surabaya. Dalam perkembangannya lewat kegiatan organisasi maupun pendidikan para pemuda tersebut bersentuhan dengan para pemuda yang berasal sari latar belakang yang berbeda-beda.

Dalam perkembangan para pemimpin perkumpulan pemuda mulai menyadari bahwa "jong" ini atau "jong" itu dapat membawa ke arah perpecahan yang melemahkan perjuangan. Oleh karena itu, mereka bermaksud mengurangi isu-isu primordial agar semangat kebersamaan dapat dimunculkan. Dengan demikian, mereka dapat melebur menjadi satu ikatan kebangsaan.

KONGRES PEMUDA I

Organisasi pemuda yang paling berpengaruh dalam membentuk kesadaran kebangsaan Indonesia adalah Perhimpunan Indonesia (PI). Sekalipun berpusat di Negeri Belanda, organisasi itu mengirimkan berbagai seruan yang mengobarkan perasaan kebangsaan bersama di kalangan penduduk bumiputera. Seruan-seruan itu mereka tuliskan dalam terbitan surat kabar yang kemudian diselundupkan ke tanah air. Terpengaruh oleh anjuran itu, para pemuda mengadakan Kongres Pemuda I di batavia pada 30 april sampai 2 mei 1926. kongres itu bertujuan  menanamkan semangat kerja sama antarperkumpulan pemuda di Hindia Belanda. Dalam kongres itu, PPPI mengajurkan usul agar semua perkumpulan pemuda keperluan persatuan Indonesia yang disebut sebagai jong Indonesia. Nama organisasi itu senidri kemudian diganti menjadi Pemuda Indonesia.

SUMPAH PEMUDA
Para Peserta Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda


IKRAR PERSATUAN  

Pada 27 sampai 28 Oktober 1928, atas inisiatif PPPI, Kongres Pemuda II diadakan di batavia. Tujuan kongres ini adalah memersatukan segala perkumpulan pemuda Indonesia dalam satu wadah.

Kongres Pemuda II itu kemudian menghasilkan satu ikrar yang sangat monumental, yang sumpah Pemuda. Sumpah itu betisi ikrar para pemuda untuk bersatu berdasakan kesamaan tanah air, 
digabungkan ke dalam satu badan perhimpunan massa muda Indonesia
Pada 15 Agustus 1926, diadakan konferensi yang diikuti oleh para wakil perkumpulan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, Ambinsche Studeerenten, dan Minahassiche Studeerenten. Para peserta setuju membantuk badan permanen untuk bangsa, dan bahasa. Selain itu, dalam kongres itu juga diperkenalkan lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman, sementara bendera Merah Putih dipandang sebagai bendera pusaka bangsa.

Pada tanggal 31 Desember 1930, berdasarkan keputusan Kongres Pemuda II, dibentuklah Indonesia Muda, yang mernupakan hasil penggabungan dari berbagai organisasi pemuda yang ada. Perkumpulan yang berasaskan Kebangasaan Indonesia ini bertujuan menbentuk suatu Indonesia Raya.
Categories : Indonesia

RELATED POST

HOT UPDATES

PAGEVIEWS